gihanaberbagi.blogspot.com. Sahabat
blogger, pada kesempatan kali ini Saya ingin membagikan sebuah tulisan lanjutan
berjudul “Berhati-hatilah,
Sesungguhnya Orang Mati akan Disiksa karena Ratapan (Berlebihan) Anda” dari sebuah buku
karya Abu Abdullah Musthafa yang berjudul Apa
yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?.
Tulisan ini merupakan judul kedua dari bagian
pertama “Mengantar Pergi ke Alam Baka” setelah
tulisan yang berjudul “Tidak Meratapinya ketika Meninggal”. Berikut ini adalah tulisan secara
lengkapnya.
Orang yang meninggal akan mendapatkan siksaan jika
ada orang yang meratapinya, karena itu, berhati-hatilah dalam meratap. Apalagi,
jika ratapan itu sudah menjadi kebiasaannya sebelum dia meninggal.
Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari
hadits Umar ra. dari Nabi Saw, “Orang mati akan disiksa di kuburan karena
ada yang meratapinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya
orang mati akan di siksa karena ditangisi oleh keluarganya.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Tangisan yang dimaksud dalam hadits ini ialah
tangisan yang disertai ratapan. Wallahu a’lam.
Adapun tangisan yang diwujudkan dalam tetesan air
mata dan sebagai ungkapan hati yang sedih, maka hal itu tidak mengapa.
Dalil yang menunjukkan hal tersebut sangat banyak,
akan tetapi saya hanya menyebutkan salah satunya saja. Yaitu hadits yang
diriwayatkan Bukhari dari hadits Anas ra, ia berkata, “Aku dan Rasulullah Saw
datang kepada Abu Saif Al-Qayyin. Dia adalah suami dari istri yang menyusui
Ibrahim (putra Nabi Muhammad Saw). Lalu Rasulullah Saw mengambil Ibrahim
kemudian menciumnya. Setelah itu aku masuk dan Ibrahim sedang mengembuskan
nafas terakhirnya, sehingga Rasulullah Saw mengalirkan air mata. Maka
Abdurrahman bin Auf ra berkata padanya, ‘Kamu juga bersedih wahai Rasulullah’
Rasulullah Saw berkata, “Wahai Ibnu Auf! Itu
adalah kelembutan hati bapak terhadap anak.’
Kemudian sahabat yang lainnya juga ikut menangis, Rasulullah
Saw bersabda, “Sesungguhnya mata menangis dan hati bersedih, dan kami tidak
bisa mengucapkan kecuali yang diridhai Tuhan kami. Sesungguhnya kematianmu
wahai Ibrahim sungguh menyedihkan kami.” (HR. Bukhari)
Sumber:
Musthafa, Abu Abdullah. 2008. Apa yang
Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?. Bandung: Pustaka
Iiman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar