Jumat, 10 April 2020

Menyalatkan dan Mendoakan Kedua Orang Tua


gihanaberbagi.blogspot.com. Sahabat blogger, pada kesempatan kali ini Saya ingin membagikan sebuah tulisan lanjutan berjudul Menyalatkan dan Mendoakan Kedua Orang Tua dari sebuah buku karya Abu Abdullah Musthafa yang berjudul Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?.

Tulisan ini merupakan judul keenam dari bagian pertama “Mengantar Pergi ke Alam Baka” setelah tulisan yang berjudul Mengkafani Orang Tua dengan Baik”. Berikut ini adalah tulisan secara lengkapnya.

Bertekadlah menyalatkan kedua orang tua ketika meninggal dan ikhlas mendoakannya, serta berusaha semaksimal mungkin agar banyak yang menyalatinya. Disebutkan dalam Shahih Muslim dari hadits Aisyah ra dari Nabi Saw berkata, “Tidak ada seorang yang meninggal dunia, kemudian dishalati oleh kaum Muslimin sebanyak 100 orang dan memintakan syafaat padanya, kecuali ia diberi syafaat.” (HR. Muslim)

Demikian pula diriwayatkan oleh Muslim melalui jalur Kuraib, mantan budak Ibnu Abbas dari Abdullah bin Abbas, bahwa anak beliau meninggal di Qudaid atau di Usfan. Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Wahai Kuraib, Lihatlah! Orang-orang telah berkumpul.” Kuraib berkata, “Kemudian aku keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuk menyalatinya. Lalu aku memberitahu Ibnu Abbas, kemudian ia berkata’Kamu ‘Ya.’ Setelah itu beliau berkata, ‘Keluarkanlah jenazah ini untuk dishalati, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘TIdak ada seorang Muslim yang meninggal, lalu jenazahnya dishalati oleh 40 orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan Allah akan memperkenankan syafaat mereka terhadap yang meninggal.’” (HR. Muslim).

Jika memungkinkan, sebaiknya si anak menjadi imam dalam menyalati bapak atau ibunya, selama tidak terdapat imam yang ditunjuk oleh kaum Muslimin, atau yang menempati posisinya.

Adapun dalil yang menunjukkan dianjurkannya anak menyalati kedua orang tuanya sebagai imam adalah firman Allah Swt, “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di salam Kitab Allah.” (Al-Anfal[8]:75)

Biasanya seorang anak lebih ikhlas dalam mendoakan kedua orang tuanya, dan Allah Swt mengetahui hal itu.

Sumber: Musthafa, Abu Abdullah. 2008. Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?. Bandung: Pustaka Iiman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar