gihanaberbagi.blogspot.com. Sahabat
blogger, pada kesempatan kali ini Saya ingin membagikan sebuah tulisan lanjutan
berjudul “Menyalatkan
dan Mendoakan Kedua Orang Tua” dari sebuah buku karya Abu Abdullah Musthafa yang berjudul Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang
Tua yang Sudah Wafat?.
Tulisan ini merupakan judul keenam dari bagian
pertama “Mengantar Pergi ke Alam Baka” setelah
tulisan yang berjudul “Mengkafani Orang Tua dengan Baik”. Berikut ini adalah tulisan secara lengkapnya.
Bertekadlah menyalatkan kedua orang tua ketika
meninggal dan ikhlas mendoakannya, serta berusaha semaksimal mungkin agar
banyak yang menyalatinya. Disebutkan dalam Shahih Muslim dari hadits Aisyah ra
dari Nabi Saw berkata, “Tidak ada seorang yang meninggal dunia, kemudian
dishalati oleh kaum Muslimin sebanyak 100 orang dan memintakan syafaat padanya,
kecuali ia diberi syafaat.” (HR. Muslim)
Demikian pula diriwayatkan oleh Muslim melalui
jalur Kuraib, mantan budak Ibnu Abbas dari Abdullah bin Abbas, bahwa anak
beliau meninggal di Qudaid atau di Usfan. Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Wahai
Kuraib, Lihatlah! Orang-orang telah berkumpul.” Kuraib berkata, “Kemudian aku
keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuk menyalatinya. Lalu aku
memberitahu Ibnu Abbas, kemudian ia berkata’Kamu ‘Ya.’ Setelah itu beliau
berkata, ‘Keluarkanlah jenazah ini untuk dishalati, sesungguhnya aku mendengar
Rasulullah Saw bersabda, ‘TIdak ada seorang Muslim yang meninggal, lalu
jenazahnya dishalati oleh 40 orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan
Allah, melainkan Allah akan memperkenankan syafaat mereka terhadap yang
meninggal.’” (HR. Muslim).
Jika memungkinkan, sebaiknya si anak menjadi imam
dalam menyalati bapak atau ibunya, selama tidak terdapat imam yang ditunjuk
oleh kaum Muslimin, atau yang menempati posisinya.
Adapun dalil yang menunjukkan dianjurkannya anak
menyalati kedua orang tuanya sebagai imam adalah firman Allah Swt, “Orang-orang
yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya
(daripada yang bukan kerabat) di salam Kitab Allah.” (Al-Anfal[8]:75)
Biasanya seorang anak lebih ikhlas dalam mendoakan
kedua orang tuanya, dan Allah Swt mengetahui hal itu.
Sumber: Musthafa, Abu Abdullah. 2008. Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?.
Bandung: Pustaka Iiman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar