gihanaberbagi.blogspot.com. Sahabat
blogger, pada kesempatan kali ini Saya ingin membagikan sebuah tulisan lanjutan
berjudul “Tidak Meratapinya ketika
Meninggal” dari sebuah buku karya
Abu Abdullah Musthafa yang berjudul Apa
yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?.
Tulisan ini merupakan judul kedua dari bagian
pertama “Mengantar Pergi ke Alam Baka” setelah
tulisan yang berjudul “Mentalqin Orang Tua saat Sakaratul Maut”. Berikut
ini adalah tulisan secara lengkapnya.
Wahai kaum wanita, hindarilah meratapi kedua orang
tuamu ketika meninggal. Dalam hadits berikut ini terdapat pelajaran.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya dari
hadits Abu Malik Al-Asy’ari ra. bahwa Nabi Saw bersabda, “Pada umatku, terdapat
4 kejahiliyahan umat terdahulu yang belum mereka tinggalkan, yaitu membanggakan
leluhur, mencela keturunan, meminta hujan melalui bintang, dan meratap.”
(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika orang yang
meratap tidak bertaubat sebelum matinya, maka pada hari kiamat ia dibangkitkan
dengan baju kurung dari ter dan pakaian dari api.”
Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Jika orang yang
meratap tidak bertaubat sebelum matinya, maka ia dibangkitkan dengan baju
kurung dari ter, kemudian dididihkan diatasnya pakaian dari api yang
bergejolak.”
Diriwayatkan pula oleh Hakim dengan lafal, “Terdapat
empat kejahiliyahan umat yang belum ditinggalkan oleh umatku, yaitu
membanggakan leluhur, mencela keturunan, meminta hujan melalui bintang, dan
meratapi mayat. Orang yang meratap jika tidak bertaubat sebelum matinya, maka
ia dibangkitkan dengan baju kurung dari ter, kemudian dididihkan diatasnya
pakaian dari api yang bergejolak.”
Kemudian disebutkan dalam suatu hadits bahwa
ratapan terhadap orang yang meninggal akan memasukkan setan ke dalam rumah,
sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah ra.
bahwa ia berkata, ‘Orang asing di tempat pengasingan.’ Aku akan menangis dengan
meratap, dan aku sudah bersiap menangisinya. Kemudian datang seorang perempuan
dari Sha’id yang ingin membantuku dalam menangis dan meratpa, maka Rasulullah
Saw datang dan berkata, ‘Apakah kamu ingi memasukkan setan yang telah diusir
oleh Allah ke dalam rumah? Rasulullah Saw mengucapkannya dua kali sehingga
aku berhenti menangis. Demikian pula bahwa Nabi Muhammad Saw kadang mengambil
baiat untuk meninggalkan ratapan, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim dari hadits Ummu Athiyah ra. ia berkata bahwa Rasulullah Saw membaiat
kami untuk tidak meratap, dan tidak ada perempuan di antara kami yang
melaksanakanya kecuali lima orang, yaitu: Ummu Sulaim, Ummu ‘Ala’, Putri Abu
Subrah (istri Mua’adz), dan dua perempuan lainnya. Atau putri Subrah, istri
Mu’adz dan seorang perempuan lainnya.”
Sumber:
Musthafa, Abu Abdullah. 2008. Apa yang
Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?. Bandung: Pustaka
Iiman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar