Jumat, 22 Mei 2020

Mengikutsertakan Mereka dalam Doa


gihanaberbagi.blogspot.com. Sahabat blogger, sebelumnya saya ucapkan mohon maaf sudah sebulan lebih blog ini belum di update, dikarenakan ada sesuatu hal yang sifatnya urgent yang tak bisa di tunda. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Saya ingin membagikan sebuah tulisan dari buku yang sama sebelumnya sudah Saya bagikan, yakni buku karya Abu Abdullah Musthafa yang berjudul Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?.

Tulisan yang akan saya bagikan disini merupakan bagian dari sub judul ke dua “Berbakti untuk Orang Tua yang Sudah di Alam Baka” yang terdiri dari beberapa judul yang lebih rinci lagi. Judul yang pertama adalah “Mengikutsertakan Mereka dalam Doa”, yang isinya adalah sebagai berikut:    

Nabi Nuh as pernah berdoa memintakan ampunan untuk kedua orang tuanya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Ya Tuhan! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Nuh[71]:28)

Allah Swt juga menganjurkan untuk mendoakan kedua orang tua, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, “Ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagai mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al-Isra[17]:24)
Nabi Saw bersabda, “jika seseorang meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali melalui tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Nabi Saw bersabda, “Allah azza wajalla akan mengangkat derajat di syurga bagi hamba yang saleh, lalu ia (hamba) berkata, ‘Wahai Tuhanku, dari mana aku mendapatkan ini?’ Lalu Allah berfirman, ‘Dari permintaan ampunan anakmu bagimu.’” (HR. Ahmad)

Karena itu, hendaklah seseorang mengikutsertakan orang tua dalam doanya. Ia mendoakan untuk kedua orang tuanya seperti ia mendoakan dirinya sendiri, memintakan ampun untuk kedua orang tua seperti meminta ampun untuk dirinya sendiri.

Sumber: Musthafa, Abu Abdullah. 2008. Apa yang Bisa Kita Persembahkan untuk Orang Tua yang Sudah Wafat?. Bandung: Pustaka Iiman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar